Kolaborasi Politeknik Negeri Padang dan Port Dickson Sukses Menggelar Seminar Internasional dan Aksi Bedah Rumah

Kolaborasi Politeknik Negeri Padang dan Politeknik Port Dickson Malaysia berhasil menggelar seminar internasional multidisiplin Joint Conference Knowledge and Future Challenges dan pengabdian masyarakat internasional bedah rumah “Understanding The Deepest Needs” di Panti Asuhan Aisyiyah, Padang, 26-29 Januari 2018.

Delegasi Politeknik Port Dickson yang diketuai Tuan Haji Mohd. Asri Bin Sarbun, Timbalan Pengarah Sokongan Akademik, Politeknik Port Dickson tersebut beranggotakan sekitar 30 orang yang terdiri dari dosen-dosen  dari berbagai disiplin ilmu.

Seminar internasional yang digelar di Kampus Politeknik Negeri Padang, Limau Manis itu diikuti oleh sekitar 30 orang staf pengajar dari berbagai disiplin ilmu. Menurut Puan Norsilan Binti Wahiduddin, Pensyarah Kanan/ Penyelaras Rombongan, makalah seminar tersebut direncanakan akan diterbitkan dalam 3 jenis penerbitan ilmiah berupa jurnal dan buletin: Ejojaps, Ajtvet, Digest Nusantara Edisi 1: 2018, dan Narec 2018.

Adapun kegiatan bedah rumah yang juga melibatkan mahasiswa dari jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Padang mencakup pengecatan beberapa bagian bangunan yang terlihat kusam dan membangun saluran air, menyediakan kipas angin dan mesin cuci. “Kami senang, ilmu kejuruteraan awam/ teknik sipil bisa diterapkan dalam kegiatan ini”, ungkap Encik Zainal Bin Abdul Rahman, Ketua Jabatan Kejuruteraan Awam, Politeknik Port Dickson bersemangat yang diamini Waka UPT Bidang Kerjasama PNP, Daddy Budiman.

Menurut Mohd. Asri Bin Sarbun, secara umum agenda kolaborasi perdana tersebut mencakup upaya mendukung kemajuan dunia pendidikan, projek inovasi/ program kemasyarakatan, mobilitas pelajar/ pertukaran pelajar, dan pelatihan/ konsultasi staf pengajar dan mahasiswa. Politeknik Port Dickson berharap kolaborasi ini terus berlanjut.

Direktur Politeknik Negeri Padang, Surfa Yondri, menyambut antusias keberlanjutan tersebut. Menurut Direktur, kolaborasi ini sebetulnya sudah menjadi agenda Politeknik Negeri Padang sejak dirinya menjabat Pembantu Direktur 3 beberapa tahun lalu. Kunjungan akademis sudah dilakukan di saat itu ke Malaysia. Sehubungan dengan itu, Direktur memastikan program jangka pendek dari Politeknik Negeri Padang adalah mengirim 20 orang mahasiswanya ke Politeknik Port Dickson (Maret atau Juni)  dengan syarat ringan: mau, mampu, dan berani! (dad-don)